Suatu ketika, seorang kusir menahan
keretanya yang penuh dengan tong anggur, namun begitu berat hingga tak sanggup
digerakkan lagi meski sudah diusahakannya dengan segala tenaga.
Kebetulan Bunda Maria lewat di jalan
itu. Melihat kesusahan si kusir, ia berkata: “Aku letih dan haus, berikanlah
segelas anggur padaku, maka aku akan membebaskan keretamu.”
“Dengan senang hati,” jawab si
kusir, “tapi aku tak punya gelas untuk menuangkan anggur.”
Maka Bunda Maria memetik setangkai
bunga putih berjalur merah, bunga bindweed yang bentuknya mirip sebuah cangkir, dan memberikannya
kepadanya. Kusir itu menuangkan anggur ke dalamnya, lalu Bunda Maria
meminumnya. Pada saat yang sama, kereta itu pun terlepas, dan kusir bisa
melanjutkan perjalanannya.
Sejak itu bunga kecil itu disebut Gelas
Kecil Bunda Maria.
Catatan penerjemah: Bunga
“gelas Bunda Maria”
Dalam teks Jerman, bunga yang dipetik adalah Feldwinde, yaitu Convolvulus arvensis (field
bindweed), sejenis gulma liar berbunga putih dengan garis merah muda yang
bentuknya menyerupai corong atau gelas kecil. Dalam bahasa Indonesia tidak ada
nama populer yang persis, tetapi bunga ini sering disebut bindweed atau convolvulus. Untuk mempertahankan
nuansa dongeng, diterjemahkan sebagai “bunga bindweed (seperti
gelas kecil)”, dengan
nama ilmiah dicantumkan di catatan.

Komentar
Posting Komentar