KHM 167 - Das Bürle im Himmel (Si Petani Kecil di Surga)

 

Si Petani Kecil di Surga

Pada suatu ketika, seorang petani kecil yang miskin dan saleh meninggal dunia, lalu sampailah ia di depan gerbang surga. Pada saat yang sama, seorang tuan kaya raya pun datang ke sana, dan ia juga hendak masuk ke dalam surga.

 

Maka muncullah Santo Petrus membawa kunci, membuka pintu, dan membiarkan sang tuan kaya raya masuk. Tetapi si petani kecil itu, tampaknya tidak terlihat olehnya, sehingga pintu gerbang pun kembali ditutup.

 

Dari luar, si petani kecil mendengar bagaimana sang tuan kaya raya disambut dengan segala sukacita di dalam surga, dan bagaimana mereka di dalam bermusik dan bernyanyi.

 

Akhirnya suasana di dalam menjadi tenang kembali, dan Santo Petrus pun datang lagi, membuka pintu gerbang surga, dan membiarkan si petani kecil masuk.

 

Si petani kecil itu menyangka bahwa kini, ketika ia masuk, mereka juga akan bermusik dan bernyanyi baginya. Namun, segalanya tetap hening.

 

Memang, ia disambut dengan penuh kasih sayang, dan para malaikat datang menemuinya. Tetapi tidak seorang pun yang bernyanyi.

 

Maka si petani kecil bertanya kepada Santo Petrus, mengapa tidak ada nyanyian baginya seperti yang telah dilakukan untuk sang tuan kaya raya; tampaknya, katanya, di surga pun ada keberpihakan sama seperti di bumi.

 

Namun Santo Petrus berkata: “Ah, tidaklah demikian. Engkau sama terkasihnya bagi kami seperti yang lain, dan engkau pun boleh menikmati segala sukacita surga sebagaimana tuan kaya itu. Tetapi lihatlah, petani kecil miskin seperti engkau datang ke surga setiap hari. Sedangkan seorang tuan kaya raya paling-paling hanya satu yang datang dalam seratus tahun.”

Komentar