KHM 162 - Der kluge Knecht (Pelayan yang Bijak)

 

Pelayan yang Bijak

Betapa berbahagialah seorang tuan, dan betapa baik keadaannya di rumah, bila ia memiliki seorang pelayan yang bijak. Ia memang mendengarkan kata-kata tuannya, namun tidak melakukannya, sebab ia lebih suka mengikuti kebijaksanaannya sendiri.

 

Hans yang bijak semacam itu pernah suatu kali disuruh oleh tuannya untuk mencari seekor sapi yang hilang.

 

Hans tidak kunjung kembali, dan tuannya berpikir, “Hans yang setia itu, ia tentu tidak jemu bersusah payah dalam pekerjaannya.” Namun ketika ia sama sekali tidak kembali, sang tuan menjadi khawatir jangan-jangan sesuatu yang buruk telah menimpanya. Maka ia pun berangkat sendiri untuk mencari tahu.

 

Ia harus mencari lama sekali, hingga akhirnya ia melihat pelayannya, yang berlari-lari naik turun di sebuah ladang luas.

 

“Nah, Hans yang baik,” kata tuannya, ketika ia berhasil menyusulnya, “apakah engkau sudah menemukan sapi yang kusuruh engkau cari?”

 

“Tidak, Tuan,” jawab Hans, “sapi itu tidak kutemukan, tetapi aku pun tidak mencarinya.”

 

“Apa yang kau cari, Hans?” tanya sang tuan.

 

“Sesuatunya yang lebih baik,” jawab Hans, “dan kebetulan aku menemukannya.”

 

“Apa itu, Hans?”

 

“Tiga ekor burung hitam,” jawab sang pelayan.

 

“Dan di mana mereka?” tanya tuannya.

 

“Satu kulihat, yang lain kudengar, dan yang ketiga sedang kukejar,” jawab Hans yang bijak itu.

 

Maka ambillah teladan darinya: janganlah kalian terlalu memikirkan tuanmu dan perintah-perintahnya. Lakukanlah lebih baik apa yang terlintas di kepalamu, dan apa yang menyenangkan hatimu, maka kau akan bertindak sebijaksana Hans yang bijak.

Komentar