Pada suatu masa hiduplah seorang gadis yang cantik, namun malas
dan ceroboh. Bila ia harus memintal, ia begitu cepat kesal, sehingga ketika
menemukan satu simpul kecil saja pada serat rami, ia segera mencabut segumpal
besar sekaligus, lalu melemparkannya ke tanah di sisinya.
Ia memiliki seorang pembantu, dan pembantu itu rajin. Dialah
yang mengumpulkan serat-serat rami yang telah dibuang, membersihkannya,
memintalnya halus, dan menenun darinya sehelai gaun yang indah.
Seorang pemuda telah melamar gadis malas itu, dan pesta
pernikahan pun akan segera dilangsungkan.
Pada malam menjelang pernikahan, si gadis rajin menari dengan
riang dalam gaun indah yang dibuatnya sendiri dari serat-serat yang
dikumpulkannya.
Maka berkatalah sang pengantin perempuan: "Ah, betapa
lincah gadis itu melompat, dalam serpihan-sisaku!"
Pengantin laki-laki mendengar ucapan itu, lalu ia pun bertanya
kepada sang pengantin perempuan apa maksud kata-katanya.
Maka ia pun menceritakan kepadanya, bahwa gadis itu mengenakan
gaun dari serat rami yang telah ia buang.
Ketika sang pengantin laki-laki mendengar hal itu, dan menyadari
betapa malasnya si gadis, serta melihat betapa rajinnya gadis miskin itu, ia
pun meninggalkan pengantin malas, pergi kepada yang rajin, dan memilihnya
menjadi istrinya.

Komentar
Posting Komentar