KHM 148 - Des Herrn und des Teufels Getier (Hewan-hewan milik Tuhan dan milik Iblis)

 

Hewan-hewan milik Tuhan dan milik Iblis

Tuhan Sang Penguasa telah menciptakan segala binatang, dan memilih serigala sebagai anjing-anjing-Nya.


Hanya kambinglah yang Ia lupakan.

 

Maka iblis pun bertekad hendak mencipta pula, dan ia membuat kambing dengan ekor panjang yang indah.

 

Namun tatkala mereka pergi merumput, ekor-ekor itu kerap tersangkut di pagar duri.
Dan iblis harus masuk ke sana, membebaskan mereka dengan susah payah.

 

Hal itu pada akhirnya sangat membuatnya jengkel.

 

Maka ia datang dan menggigit putus ekor setiap kambing, yang hingga kini masih dapat terlihat pada pangkal ekornya

 

Kini kambing-kambing itu dibiarkan merumput sendiri.

 

“Namun terjadilah bahwa Tuhan Sang Penguasa melihat mereka: kadang mereka menggigiti pohon yang berbuah lebat, kadang merusak anggur yang mulia, kadang pula menghancurkan tanaman lain yang masih muda dan kecil.”

 

Hal itu sangat menyedihkan hati-Nya, sehingga dalam kemurahan dan belas kasih-Nya Ia melepaskan serigala-serigala-Nya.


Mereka pun segera mencabik-cabik kambing-kambing yang berkeliaran di sana.

.

Ketika iblis mendengar hal itu, ia datang menghadap Tuhan dan berkata, “Ciptaan-Mu telah mencabik milikku.”

 

Tuhan menjawab, “Mengapa engkau menciptakannya untuk berbuat kerusakan?”

 

Iblis berkata, “Aku terpaksa melakukannya. Sebab, seperti pikiranku sendiri yang cenderung pada kebinasaan, demikian pula apa pun yang aku ciptakan tak mungkin memiliki tabiat lain. Maka Engkau harus membayarku mahal.”

 

Tuhan berfirman, “Aku akan membayarmu segera setelah daun-daun pohon ek gugur. Datanglah saat itu, uangmu sudah terhitung siap.”

 

Maka tatkala daun-daun ek telah berguguran, iblis pun datang menuntut bayaran.

 

Tetapi Tuhan berkata, “Di gereja Konstantinopel berdiri sebuah pohon ek yang tinggi, yang masih memiliki semua daunnya.”

 

Dengan amarah dan kutukan, iblis pun bergegas pergi hendak mencari pohon itu. Ia mengembara enam bulan lamanya di padang belantara, sebelum akhirnya menemukannya. Namun ketika ia kembali, semua pohon ek yang lain sudah kembali berselubung daun hijau. Maka ia pun harus merelakan piutangnya.

 

Dan dalam amarahnya, ia mencungkil mata semua kambing yang tersisa, lalu mengganti dengan matanya sendiri.

 

Itulah sebabnya hingga kini setiap kambing memiliki mata iblis dan ekor yang buntung, dan sebab itulah pula ia senang mengambil rupa mereka.

 


Komentar