KHM 140 - Das Hausgesinde (Para Pelayan Rumah Tangga)

Para Pelayan Rumah Tangga

“Ke mana engkau hendak pergi?”


“Ke Walpe.”


“Aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan.”

 

 

“Apakah engkau juga punya seorang suami? Apa nama suamimu?”


“Cham.”


“Suamiku Cham, suamimu Cham; aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan.”

 

 

“Apakah engkau juga punya seorang anak? Apa nama anakmu?”


“Grind.”


“Anakku Grind, anakmu Grind; suamiku Cham, suamimu Cham; aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan.”

 

“Apakah engkau juga punya sebuah buaian? Apa nama buaimu?”


“Hippodeige.”


“Buaianku Hippodeige, buaimu Hippodeige; anakku Grind, anakmu Grind; suamiku Cham, suamimu Cham; aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan.”

 

 

“Apakah engkau juga punya seorang pelayan? Apa nama pelayanmu?”


“Machmirsrecht.”


“Pelayanku Machmirsrecht, pelayanmu Machmirsrecht; buaianku Hippodeige, buaimu Hippodeige; anakku Grind, anakmu Grind; suamiku Cham, suamimu Cham; aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan.”

 

Catatan penerjemah:

  • Dongeng ini bukan kisah dengan alur atau pesan moral, melainkan lagu permainan rakyat.
  • Strukturnya berbentuk dialog berulang: pertanyaan–jawaban, lalu diulang dengan tambahan elemen baru (suami → anak → buaian → pelayan).
  •  Nama-nama yang muncul (Cham, Grind, Hippodeige, Machmirsrecht) terdengar aneh, jenaka, atau kasar. Inilah bagian yang membuatnya lucu bagi pendengar.
  • Baris penutup yang selalu kembali ke “Aku ke Walpe, engkau ke Walpe; bersama, bersama, mari kita berjalan” menunjukkan pola nyanyian ritmis yang cocok untuk dimainkan atau dinyanyikan berulang kali.
  • Fungsinya kemungkinan besar untuk hiburan rakyat atau permainan anak-anak, bukan untuk menyampaikan moral seperti banyak dongeng Grimm lainnya.

 


 

Komentar