KHM 131 - Die schöne Katrinelje und Pif Paf Poltrie (Si Cantik Katrinelje dan Pif Paf Poltrie)

 

Si Cantik Katrinelje dan Pif Paf Poltrie

“Selamat siang, Ayah Dunia Bawah.”

“Banyak terima kasih, Pif-paf-Poltrie.”

“Bolehkah aku meminang putrimu?”

“Oh, boleh saja, asal Ibu Sapi Perah, Saudara Perkasa, Saudari Keju Tersayang, dan Si Cantik Katrinelje pun rela, maka engkau boleh memilikinya.”

“Lalu, di manakah Ibu Sapi Perah sekarang?”

“Ia ada di kandang, sedang memerah susu sapi.”

“Selamat siang, Ibu Sapi Perah.”

“Banyak terima kasih, Pif-paf-Poltrie.”

“Bolehkah aku meminang putrimu?”

“Oh, boleh saja, asal Ayah Dunia Bawah, Saudara Perkasa, Saudari Keju Tersayang, dan Si Cantik Katrinelje pun rela, maka engkau boleh memilikinya.”

“Lalu, di manakah Saudara Perkasa sekarang?”

“Ia ada di dalam kamar, sedang membelah kayu.”

“Selamat siang, Saudara Perkasa.”

“Banyak terima kasih, Pif-paf-Poltrie.”

“Bolehkah aku meminang saudari perempuanmu?”

“Oh, boleh saja, asal Ayah Dunia Bawah, Ibu Sapi Perah, Saudari Keju Tersayang, dan Si Cantik Katrinelje pun rela, maka engkau boleh memilikinya.”

“Lalu, di manakah Saudari Keju Tersayang sekarang?”

“Ia ada di kebun, sedang memotong kubis.”

“Selamat siang, Saudari Keju Tersayang.”

“Banyak terima kasih, Pif-paf-Poltrie.”

“Bolehkah aku meminang saudari perempuanmu?”

“Oh, boleh saja, asal Ayah Dunia Bawah, Ibu Sapi Perah, Saudara Perkasa, dan Si Cantik Katrinelje pun rela, maka engkau boleh memilikinya.”

“Lalu, di manakah Si Cantik Katrinelje sekarang?”

“Ia ada di dalam kamar, sedang menghitung uang recehnya.”

“Selamat siang, Si Cantik Katrinelje.”

“Banyak terima kasih, Pif-paf-Poltrie.”

“Maukah engkau menjadi pengantinku?”

“Oh, ya, asal Ayah Dunia Bawah, Ibu Sapi Perah, Saudara Perkasa, dan Saudari Keju Tersayang pun rela, maka aku pun siap.”

“Si Cantik Katrinelje, berapa mas kawin yang kaubawa?”

“Empat belas keping receh uang kontan, tiga setengah groschen yang masih terutang padaku, setengah pon apel kering, segenggam roti goreng, dan segenggam rempah-rempah.
Dan masih banyak hal lain milikku,
Bukankah mas kawinku sungguh elok itu?”

“Pif-paf-Poltrie, apakah pekerjaanmu? Apakah engkau seorang penjahit?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Seorang pembuat sepatu?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Seorang petani?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Seorang tukang kayu?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Seorang pandai besi?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Seorang penggiling gandum?”

“Sesuatu yang lebih baik.”

“Mungkin seorang pembuat sapu?”

“Ya, itulah aku, bukankah itu pekerjaan yang bagus?”

Catatan Penerjemah:

Nama-nama tokoh dalam dongeng ini adalah “nama berbicara” khas cerita rakyat Jerman, yang sengaja dibuat jenaka:

1. Ayah Dunia Bawah: Vater Hollenthe (mungkin terkait tokoh mitis Frau Holle atau dunia bawah tanah, maknanya tidak sepenuhnya jelas).

2. Ibu Sapi Perah: Mutter Malcho (Milch-Kuh, sapi perah).

3. Saudara Perkasa: Bruder Hohenstolz (secara harfiah “Si Tinggi Hati” atau “Si Sok Agung”).

4. Saudari Keju Tersayang: Schwester Käsetraut (Käse = keju, traut = kesayangan/yang dicintai).

5. Si Cantik Katrinelje: die schöne Katrinelje (nama Katrinelje kemungkinan berasal dari bentuk dialektal nama Katharina).

6. Pif-Paf-Poltrie: nama bunyi onomatope yang lucu, tanpa arti khusus.

Komentar