KHM 66 - Häsichenbraut (Pengantin Sang Kelinci)

 

Pengantin Sang Kelinci

Dahulu kala, hiduplah seorang perempuan bersama putrinya di sebuah kebun kubis yang indah. Pada musim dingin, seekor kelinci kecil datang ke kebun itu dan memakan habis semua kubis.

Maka berkatalah sang ibu kepada putrinya,
“Pergilah ke kebun, dan usirlah kelinci itu.”

Gadis itu pun berkata kepada kelinci kecil,
“Syuh—syuh, kelinci, kau masih saja melahap semua kubis kami.”

Si kelinci menjawab, “Marilah, gadis manis, duduklah di ekorku yang kecil, lalu ikutlah denganku ke gubuk kelinciku yang mungil.”

Namun sang gadis tidak mau menuruti ajakan itu.

Keesokan harinya, kelinci itu datang lagi dan memakan kubis-kubis. Maka berkatalah sang ibu kepada putrinya, “Pergilah ke kebun, dan usirlah kelinci itu.”

Gadis itu pun berkata kepada kelinci kecil, “Syuh—syuh, kelinci kecil, kau masih saja memakan semua kubis kami.”

Kata kelinci kecil itu, “Gadis manis, duduklah di ekorku yang kecil, dan ikutlah denganku ke gubuk kelinciku yang mungil.”

Namun sang gadis menolak.

Pada hari ketiga, kelinci itu datang lagi, dan memakan kubis-kubis. Maka sang ibu berkata kepada putrinya, “Pergilah ke kebun, dan buru kelinci itu agar pergi.”

Berkatalah gadis itu, “Syuh—syuh, kelinci kecil, kau masih saja melahap semua kubis kami.”

Kata kelinci kecil itu, “Marilah, gadis manis, duduklah di ekorku yang kecil, dan ikutlah denganku ke gubuk kelinciku yang mungil.”

Maka gadis itu pun duduk di atas ekor kecil sang kelinci, lalu kelinci membawanya jauh sekali ke gubuk mungilnya, dan berkata, “Sekarang masaklah kubis hijau dan biji otek, dan aku akan mengundang para tamu pernikahan.”

Maka berkumpullah semua tamu undangan pernikahan. (Siapakah tamu undangan itu?) Akan kukatakan padamu sebagaimana orang lain pernah mengatakannya padaku. Mereka semua adalah kelinci dan gagak hadir di sana sebagai pendeta untuk menikahkan pengantin pria dan pengantin wanita, sedangkan rubah menjadi juru tulis, dan altar berdiri di bawah pelangi.

Namun sang gadis bersedih hati, sebab ia benar-benar sendirian

Kelinci kecil pun datang dan berkata, “Bukalah pintu, bukalah pintu, para tamu pesta pernikahan bersuka ria.”

Sang pengantin tidak berkata apa pun, melainkan menangis. Maka kelinci kecil itu pun pergi.

Tak lama kemudian, kelinci kecil kembali dan berkata, “Angkatlah tutupnya, angkatlah tutupnya, para tamu pesta pernikahan kelaparan.”

Namun sang pengantin tetap tidak berkata apa pun, dan menangis. Maka kelinci kecil itu pun pergi.

Kelinci kecil datang lagi dan berkata, “Angkatlah tutupnya, angkatlah tutupnya, para tamu pesta pernikahan sedang menunggu.”

Tetapi sang pengantin tetap tidak berkata apa pun, dan kelinci itu pun pergi.

Namun ia mengenakan pakaian pengantinnya pada sebuah boneka jerami, memberinya sebuah sendok untuk mengaduk, dan mendudukkannya di samping panci berisi otek, lalu ia sendiri kembali pulang kepada ibunya.

Lalu kelinci kecil datang sekali lagi dan berkata, “Angkatlah tutupnya, angkatlah tutupnya.”

Dan ia pun naik, lalu memukul kepala boneka itu hingga topinya terjatuh.

Maka kelinci kecil pun melihat bahwa itu bukanlah pengantinnya dan ia pergi dengan hati yang bersedih.

Komentar